Negara ini melarang Azan di Masjid menggunakan pengeras suara, Apa Penyebabnya ?

Negara ini melarang Azan di Masjid menggunakan pengeras suara, Apa Penyebabnya ?

DESAQQ – Sebuah Masjid yang terletak di kota Oer Erkenschwick Dortmund, Jerman pada Kamis 1 Februari 2018 telah dilarang untuk mengemundangkan azan menggunakan pengeras suara. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Pengadilan yang berada di Jerman.

Penyebab dikeluarkannya keputusan larangan tersebut adalah adanya laporan dari sepasang suami istri yang tinggal di sekitar Masjid tersebut, kurang lebih jarak rumah mereka dari Masjid ialah satu kilometer.

Menurut laporan yang telah di lansir dari Deutsche Welle, tepatnya pada Jumat 2 Februari 2018, pasangan suami istri yang tinggal dekat Masjid tersebut telah mengatakan bahwa suara azan tersebut telah melanggar hak-hak agama mereka. Agen Domino Pasangan suami istri tersebut adalah penganut agama Kristen.

“Pejabat yang berada didekat kota tersebut belum berkonsultasi dengan masyarakat sekitar tentang penggunaan pengeras suara untuk mengumandangkan azan,” DESAQQ ujar Pengadilan Administratif Gelsenkirchen.

Negara ini melarang Azan di Masjid menggunakan pengeras suara, Apa Penyebabnya ?

Pengadilan Administratif Gelsenkirchen kembali mengatakan bahwa pejabat kota tersebut hanya mempertimbangkan tingkat desibel azan atau satuan untuk mengukur instensitas suara azan. Agen Domino Alasan tersebutlah yang membuat warga Jerman tidak menyetujui pengeras suara azan karena pengeras suara azan telah melanggar kebebasan beragama di lingkungan sekitar Masjid.

Sentimen anti-Muslim dan dukungan untuk kebijakan anti-imigrasi berkembang di banyak wilayah di Jerman, setelah lebih dari satu juta migran dari irak, suriah dan negara-negara muslim lainnya telah berbondong-bondong datang ke Jerman sejak tahun 2015.

Seorang pejabat senior di Masjid tersebut yang bernama Huseyin Turgut telah terkena dampak atas keputusan pengadilan Jerman. Agen Domino Dirinya juga mengatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan pengadilan Jerman tersebut sangat mengecewakan.

“Sebuah seruan azan hanya berlangsung paling lama hanya dua menit, sekitar pukul satu siang, itupun hanya pada hari Jumat saja,” kata Huseyin Turgut.

Huseyin Turgut juga menambahkan bahwa selama ini mereka tidak pernah diprotes atau dikomplain oleh warga sekitar. DESAQQ Karena dirinya selama ini memiliki tetangga warga Jerman yang beragama Kristen dan bahkan jarak rumah warga Jerman tersebut sangat dekat dengan lokasi Masjid, yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter saja.

desaqq

Baca Juga: Djarot : Lawan Terberat Saya Di Pilkada Sumut Adalah ?

Posted By:

DESAQQ

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *